Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru, Riau terus berupaya menggiatkan intervensi spesifik dan sensitif terhadap 70.598 KK berisiko stunting di daerah itu.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru, Riau terus berupaya menggiatkan intervensi spesifik dan sensitif terhadap 70.598 KK berisiko stunting di daerah itu.

"Intervensi ini dilakukan untuk tetap mempertahankan cakupan prevalensi stunting di Pekanbaru sebesar 11,4 persen pada tahun 2021 atau lebih rendah 22,3 persen dibandingkan prevalensi Stunting tingkat Riau," kata Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru, Muhammad Amin pada acara pertemuan Diskusi Panel Audit Kasus Stunting Kota Pekanbaru. (18/10)
Dikatakan intervensi spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi penyebab terjadinya Stunting dan umumnya diberikan oleh sektor kesehatan, seperti asupan makanan, pencegahan infeksi, status gizi ibu, penyakit menular dan kesehatan lingkungan dan lainnya.
Selanjutnya, Intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung Stunting yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan, seperti penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi serta peningkatan akses pangan bergizi.

Share: